Perkembangan Iptek Global:

Kita harus bisa menjadi Innovation Nation!! Untuk berbagi kepedulian sebagai bangsa Indonesia dan insan Iptek, yang meyakini dan percaya bahwa Iptek itu bernilai tinggi, dan ilmu pengetahuan itu luhur, serta teknologi itu lambang kemajuan; maka yakini Iptek sangat berperanan dan sangat penting dalam memajukan kehidupan bangsa, di berbagai aspek!!. Pertanyaannya: Bagaimana kita memposisikan Iptek???, Selama Iptek masih bermakna instrumental sebagai faktor produksi, atau bermakna simbolis sebagai lambang kemajuan???. Menjadi bangsa yang menguasai iptek harus bisa menempatkan inovasi sebagai urat nadi kehidupan bangsa Indonesia, maka kemajuan dan kemanfaatan Iptek tidak akan berjalan. Oleh sebab itu harus bisa menjadi Innovation Nation, jadi bangsa inovasi dirumah bagi manusia-manusia yang kreatif dan inovatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dewasa ini mengarah kepada desentralisasi dan pemerataan proses dan juga hasil. Pemerintah pusat sebagai sentral, tidak lagi mendominasi kemajuan iptek. Banyak inovasi iptek yang lahir dari berbagai daerah dan hasilnya mendapat pengakuan nasional, misalnya protoype mobil Esemka Digdaya yang merupakan buah karya siswa SMK 1 Singosari, Malang. Melihat perkembangan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki tugas penting dalam membantu dan mendorong perkembangan iptek di daerahnya. Pemda berperan penting dalam penyediaan fasilitas dasar dan insentif bagi pihak-pihak yang hendak memulai bisnis/usaha, terutamanya yang terkait dengan iptek. Hal ini disampaikan Suharna Surapranata, Menteri Riset dan Teknologi dalam paparannya di Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah dan Kepala DPRD tingkat kabupaten/kota, Angkatan III th 2010 yang dihadiri oleh 50 peserta dengan tema : ”Perkembangan Iptek Global” di Gedung Lemhanas, Jakarta. Pengembangan Iptek dilaksanakan oleh para akademisi di perguruan-perguruan tinggi dan peneliti di lembaga-lembaga non-pendidikan. Aktivitas pemanfaatan iptek dilaksanakan oleh segenap praktisi di area pemerintahan, di lingkungan bisnis, Tugas utama para akademisi dan peneliti adalah menjaga bahwa iptek menjadi garda depan (frontier) yang selalu dapat diikuti dan dikuasai, untuk itu pemerintah memfasilitasi seperti juga KRT sebagai sektoral dan pemerintah daerah sebagai regional. Iptek tidak akan terintegrasikan ke dalam upaya memajukan bangsa. Tantangan kita insan-insan iptek adalah mereposisi Iptek itu sendiri, sehingga menjadi bagian dari kebudayaan dan perubahan kebudayaan bangsa ini. Suharna memaparkan contoh pemerintah daerah/kota di Korea yang mendukung kemajuan iptek di daerahnya. Daejeon Science Town merupakan kota iptek yang di dalamnya terdapat 18 universitas, 80 lembaga riset dan 800 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, terutamanya iptek. Tak hanya itu, kantor pemerintahan pun turut berada di komplek yang sama. “Untuk menarik minat investor menanamkan modal di science city-nya, pemerintah kota Daejeon memberikan insentif-insentif berupa reduksi pajak, insentif tunai langsung, layanan administrasi dan insentif untuk R&D”, ujar Suharna. Untuk mewujudkan kemajuan iptek yang berdaya saing global dari hasil produksi local diperlukan sinergi dari berbagai pihak, terutamanya KRT, litbang, industri dan pemerintah daerah. KRT sebagai pembuat kebijakan riset membutuhkan masukan dari pemerintah daerah mengenai kebutuhan yang mendesak di masing-masing daerah. Dengan penerapan metode deman driven ini diharapkan litbang dan industri akan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah dan juga nasional, bahkan global. Sinergitas ini dituangkan dalam Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDA). SIDA yang ditunjang dengan system inovasi struktural dan klaster industri akan menghasilkan SINAS yang baik. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah harus bekerja pro-aktif dalam menetapkan SIDA serta mendukung tumbuhnya klaster-klaster industri di daerahnya. KRT telah menyiapkan pilot project penyusunan masterplan SIDA di 6 daerah, yaitu Sumatera Selatan, Jogjakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Palu. Diharapkan, Pemerintah Daerah dapat menumbuhkembangkan motivasi, memberikan stimulasi dan fasilitas, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan serta sinergi unsur kelembagaan, sumberdaya dan jaringan iptek, ujar Suharna Menurut Suharna Surapranata, jarak antara penemuan ilmiah dengan teknologi yang bermuara pada produk industri baru menjadi sangat dekat. Daur hidup produk industri hasil olah iptek semangkin pendek, akhirnya memicu persaingan atas kualitas dan ide kreatipitas, fokusnya pada pengembagan dan inovasi produk, berbada dengan kawasan industri yang fokus pada manufaktur. Pemda berperan penting untuk penyediaan fasilitas dasar dan insentif bagi perusahaan baru untuk memulai mengembangkan bisnis, tuturnya. Harapan Suharna Surapranata, dengan mengalami kesulitan mengukur apakah yang kita usulkan sudah sesuai dengan konteks industri, karena kita tidak berpeluang untuk menguji cobanya dalam lingkungan operasional diindustri, bukan hanya mengalami kesenjangan pengetahuan iptek. “Demikian pula di negara-negara berindustri maju pun, mereka mengalami kesulitan membawa rancangan sistem kontrol dari kampus ke industri, masyarakat kontrol pun terbelah ke dalam masyarakat kontrol akademik dan masyarakat kontrol industrial yang ditujukan untuk penciptaan lapangan baru bagi, pembangunan ekonomi berbasis knowledge, menciptakan pertumbuhan ekonomi bernilai tambah tinggi, sertamembangun daya saing daerah berbasis kemampaun teknologi”, lanjut Suharna. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang relijius, Pancasila dan UUD 1945 menegaskan. Hal ini terbukti bahwa IPTN telah menjadi industri yang mampu melakukan inovasi teknologi nasional dalam arti yang sebenarnya, dimana guna Perkembangan Iptek Global: Kita harus bisa menjadi Innovation Nation!!. (mf/md/humasristek).

by : http://www.ristek.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s