Pengelolaan Pendapatan Nasional

Kegiatan pemerintahan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Peningkatan kegiatan pemerintahan dapat terlihat dari semakin besar jumlah pengeluarannya. Agar biaya-biaya pengeluaran dapat terpenuhi maka diperlukan pendapatan nasional yang berasal dari sumber-sumber pendapatan pemerintahan. Misalnya berasal dari pajak, hasil penjualan barang atau jasa yang dihasilkan pemerintah, keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), percetakan uang dan sebagainya.

Agar kegiatan pemenuhan pendapatan nasional dapat berjalan lancar, maka diperlukan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang digunakan pada umumnya dalam jangka waktu tertentu yaitu selama satu tahun.

Pengertian Anggaran

Anggaran atau budget adalah suatu daftar yang terperinci tentang segala hal menyangkut penerimaan dan pengeluaran negara yang digunakan dalam jangka waktu tertentu pada umumnya selama satu tahun. Dalam anggaran, diperlukan sikap yang rasional.

Jika terjadi ketimpangan, pihak-pihak tertentu harus mempertanggungjawabkannya. Rasional yang dimaksud adalah secara kuantitatif dan kualitatif, agar terlihat hubungan yang erat antara fasilitas penggunaan dana dengan jumlah dana yang didapat.

Tujuan

Tujuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) adalah untuk membiayai program-program dan proyek-proyek pemerintah dengan dana yang diperoleh oleh pemerintahan.

Fungsi

Adapun fungsi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) adalah dengan melihat sisi pertama; penerimaan yaitu dengan adanya sumber-sumber penerimaan rutin misalnya; pajak. Kedua; dengan melihat sisi pengeluaran yaitu dapat dilihat dengan adanya pengeluaran rutin yang digunakan untuk pembiayaan negara.

Sumber Pendapatan dan Tujuan Belanja Negara

Sumber pendapatan negara dapat diperoleh dari pajak dan yang bukan pajak termasuk juga perusahaan negara, minyak, serta bantuan dari negara lain. Pendapatan terbesar negara adalah dalam hal pajak, bea dan cukai. Berikut adalah sumber-sumber yang menjadi lahan terbesar dalam pendapatan nasional/negara:

  1. Penerimaan pajak baik langsung maupun tidak langsung.
  2. Penerimaan bahan pajak yang meliputi penerimaan dari luar negeri, penerimaan yang bersifat administratif contohnya denda-denda dan laba perusahaan negara.
  3. Perusahaan campuran antara perusahaan Indonesia dan asing.
  4. Pendapatan dari perdagangan ke luar negeri (Ekspor).
  5. Penerimaan dari luar negeri.

Dari paparan di atas berdasarkan memperolehnya pendapatan negara dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Pendapatan dari dalam negeri yang terdiri dari penerimaan dari hasil minyak bumi dan gas alam.
  2. Pendapatan dari bahan di luar migas yang terdiri dari pajak penghasilan badan dan perorangan, pajak dari bea masuk, bea cukai, pajak dari ekspor (penjualan barang ke luar negeri), pajak bumi dan bangunan, pajak pertambahan nilai dan pendapatan yang bukan dari pajak.
  3. Pinjaman dari luar negeri, yaitu berupa bantuan program dan bantuan proyek.

Sumber :  http://www.anneahira.com/pendapatan-nasional.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s