Teori X & Y dalam Segi kepemimpinan

Teori X dan teori Y

Teori X melihat karyawan dari segi pessimistik, manajer hanya mengubah kondisi kerja dan mengektifkan penggunaan rewards & punishment untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Teori Y melihat karyawan dari segi optimistik, manajer perlu melakukan pendekatan humanistik kepada karyawan, menantang karyawan untuk berprestasi, mendorong pertumbuhan pribadi, mendorong kinerja.

Ia merumuskan kedua pandangan yang disebutnya sebagai teori x dan teori y. (Barnes, 1988: 57) ada beberapa asumsi teori X yaitu :

1). Rata-rata manusia tidak suka bekerja dan menghindarinya.

2). Kebanyakan orang harus dipaksa, diarahkan, diancam dengan hukuman

untuk

3). Membuat mereka berusaha mencapai tujuan organisasi.

Rata-rata orang lebih suka diarahkan, ingin menghindari tanggung jawab, mempunyai sedikit ambisi, dan terutama mencari keamanan. (M.T. Myers, 1987: 71)

Namun McGergor menyatakan masih banyak fakta lain yang tidak dapat dijelaskan oleh teori X. Maka dia mengemukakan teori Y, yaitu sebagai berikut:

1). Usaha fisik dan mental adalah sama wajarnya dengan bermain dan

beristirahat.

2). Pengawasan luar dan ancaman hukuman bukanlah satu-satunya cara untuk

mengusahakan tercapainya tujuan organisasi. Orang akan melaksanakan

self-control dan self-direction untuk mencapai tujuan yang telah

ditetapkan.

3). Tekad untuk mencapai tujuan merupakan fungsi imbalan yang berkaitan

dengan prestasi mereka.

4). Rata-rata biasanya orang berusaha mencari tanggung jawab dan bukan

menghindarinya.

5). Kemampuan melaksanakan imajinasi dan kreativitas yang relatif tinggi

untuk memecahkan masalah organisasi terdistribusi luas diantara

penduduk.

6). Dibawah kondisi kehidupan industri modern, potensi intelektual dari rata-

rata manusia hanyalah sebagian saja yang digunakan. (M.T. Myers,

1987:71)

Asumsi pada teori y ini menujukan bahwa manusia bisa bekerja dengan baik pada sebuah organisasi tidak semata-mata karena yang diasumsikan pada teori X, tapi justru ditentukan pada tingkat kepercayaan dan kebebasan berekspresi pada karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaannya.

Untuk menyadari kelemahan dari asumí teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumís teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Secara keseluruhan asumís teori Y mengenai manusia ádalah sebagai berikut:

Dengan memahami asumís dasar teori Y ini, McGregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi menajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan desempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan organisasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s